4 Kode Warna Sabuk PSHT yang Perlu Kalian Pelajari

Posted on

Ingat! yang dimaksud kode warna sabuk PSHT disini bukan termasuk bagian dari kode psht yang dirahasiakan seperti halnya kode tangan psht, kode salam psht, kode bila bertemu sesama warga psht atau kode sh terate lainnya. Kami tidak akan memberitahukan mengenai kode warga sh terate seperti kode salam psht jika ketemu sesama psht. Karena kode rahasia itu sangat dilarang tentunya dalam membocorkannya. Nah kali ini, saya ingin berbagi mengenai kode warna sabuk yang digunakan dalam tingkatan psht.

Kode Warna Sabuk PSHT yang Perlu Kalian Pelajari

Sabuk PSHT memiliki banyak makna dan simbolisme yang terkandung di dalamnya. Selain itu, setiap sabuk PSHT memiliki kode warna yang memiliki makna yang berbeda pula.

Kode warna sabuk PSHT ini perlu dipelajari oleh para anggota dan calon anggota PSHT agar dapat memahami arti dari setiap warna yang terkandung di dalamnya.

Dengan memahami kode warna sabuk PSHT, para anggota dan calon anggota PSHT dapat memperkaya pemahaman mereka tentang makna dan simbolisme yang terkandung di dalam sabuk PSHT.

Tentunya orang di luar perguruan psht tentunya memiliki rasa “penasaran” akan perguruan sh terate ini. Misalnya mereka pernah melihat ada warga psht yang memakai sabuk warna tertentu. Tentunya mereka ingin tahu apa kode dibalik warna warna pada sabuknya tersebut. Untuk mengetahuinya, silakan simak pembahasannya di bawah ini.

PSHT merupakan salah satu perguruan silat di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1922 dan berpusat di Madiun. Sampai saat ini, psht sudah memiliki lebih dari 8 juta anggota. Sebagai wawasan, bahwa PSHT ini didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Ada berbagai fakta menarik yang menjadikan banyak orang tertarik untuk menjadi murid PSHT.

Tujuan dibentuknya organisasi pencak silat satu ini ialah untuk mendidik manusia berbudi luhur dan tahu antara yang benar dan yang salah dan juga agar bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa serta ikut memahu hayuning bawana.

Kode Warna Sabuk PSHT yang Perlu Kalian Pelajari

PSHT memiliki 5 prinsip yaitu:

  • Persaudaraan
  • Olahraga
  • Bela diri
  • Seni Budaya
  • Spiritual / Ke SH-an

Kode Warna Sabuk PSHT

PSHT sebagai perguruan silat terkemuka di Indonesia, dalam pelatihannya dibagi menjadi 2 golongan, yaitu siswa dan warga. Kedua ini adalah suatu cara dalam perguruan psht untuk membedakan tingkat ilmu yang telah didapat sesuai dengan waktu yang telah mereka habiskan untuk menimba ilmu disana.

Berikut ini sedikit penjelasannya:

1. Siswa

Siswa atau pemula biasa disebut sebagai adik, siswa atau murid adalah mereka yang menjalankan penggemblengan mental dan fisik selama minimal 2 tahun atau 24 bulan. Nah dalam waktu ini, siswa juga dibagi lagi menjadi 4 tingkatan yang ditandai warna sabuk dalam PSHT. Dalam satu tingkatan memiliki waktu latihan 6 bulan. Diantaranya adalah:

a. Bersabuk hitam

Orang yang bersabuk hitam ini disebut sebagai siswa polos. Pada tingkatan ini siswa dilatih gerakan gerakan dasar sebagai pengenalan teknik dan jurus. Misalnya diajarkan pukulan dasar, teknik pertahanan dan tendangan sederhana, dan senam hingga ke 30 serta jurus sampai ke 6.

b. Bersabuk merah muda

Jika siswa polos lolos, maka selanjutnya masuk ke siswa jambon dengan memiliki sabuk berwarna merah muda, nek wong jawa iki diarani jambon. Pada tingkatan ini, siswa diberikan tambahan materi mengenai jurus yang sampai ke jurus 14, gerakan antara 3-4 pukulan, senam hingga mencapai gerakan ke 50, pertahanan/tendangan hingga 4 gerakan. Selain itu, siswa mulai dikenalkan pada pemahaman akan spiritual yang disebut sebagai ke SH an.

c. Bersabuk Hijau

Siswa yang telah menyandang sabuk hijau ini biasanya disebut siswa ijo ini memiliki tambahan gerakan. Kalau sabuk jambon memiliki 3-4 pukulan, siswa sabuk ijo memiliki 5-6 pukulan. Untuk pertahanan, tendangan pun ditambah sampai 6 gerakan. Yang diajarkan hingga jurus ke 20 dan senam hingga ke 60.

d. Bersabuk putih

Ini merupakan siswa dengan tingkatan tertinggi. Semua gerakan sudah harus menguasai jika tahap ini selesai. Misalnya jurus semua menguasai kecuali jurus ke 36, senam juga sudah menguasai semua, begitupun dengan pukulan, pertahanan, teknik seperti kuncian, tendangan, pemakaian senjata toya, teknik melepaskan diri, dan juga pernafasan.

Jadi pada tingkatan ini harus sudah siap secara mental dan fisik. Sehingga siswa bersabuk putih dalam perguruan SH terate sering disebut sebagai “pendekar”. Namun bagi mereka yang belum memenuhi syarat usia minimal, mereka tetap belum layak disebut sebagai pendekat karena masih belum siap secara rohani maupun fisik.

Jadi sudah tahu kan setiap warna dalam sabuk di PSHT memiliki simbol atau kode tersendiri. Jadi sama halnya seperti atribut yang digunakan dalam TNI atau POLRI jika mereka belum mencapai posisi atas, maka tidak boleh memakai atribut atasan.

Baca Juga:
Mau Kuliah di Negeri Dua Benua? Intip Caranya di Sini!

2. Warga

Setelah lolos dari level siswa, selanjutnya adalah masuk ke tahap warga. Dalam menjadi warga memiliki 3 tingkatan, diantaranya adalah:

a.Tingkat satu

Sebenarnya dalam tingkatan ini dibagi lagi menjadi beberapa langkah, dan setiap langkah ada ikat pinggang atau selendang yang berbeda. Setiap akhir dari langkah atau tahapan itu, akan diadakan ujia untuk menentukan lulus atau tidaknya warga ke langkah selanjutnya.

Pada teknik ini ditekankan pada pembangunan fisik. Jadi setiap anggota tubuh kita akan dioptimalkan sebaik mungkin dan seefektif mungkin saat bertarung. Jadi diharapkan mereka bisa terampil dalam melalukan semua gerakan yang ditunjang dengan body yang memiliki power tinggi.

b.Tingkat dua

Pada teknik ini warga diajarkan bagaimana pertahanan diri yang mantap. Selain teknik pengoptimalan kekuatan fisik, juga diajarkan mengenai penajaman konsentrasi demi tercipta kekuatan dan ketenangan batin. Pada tahap ini juga diajarkan mengenai meditasi pernafasan yang lebih kompleks.

Pada tingkat dua dari warga PSHT akan diajarkan bagaimana cara menguasai karakter sendiri dan membangun karakter yang lebih baik seperti kedisiplinan selama bertahun tahun. Jadi persentase sebagai perbandingan antara pembangunan mental dan fisik adalah 50% dan 50%.

c.Tingkat tiga

Tingkat ketiga ini hanya beberapa saja yang bisa. Pada tingkat ini, 95% mental dan 5% fisik. Jadi hatinya sudah sangat positif untuk mewujudkan sesuatu yang lebih baik. Misalnya peran aktif akan bantuan kemanusiaan, tidak terlalu cinta dunia, dan juga ketenganan batin yang sangat luar biasa.

Tabel 1: Berikut adalah tabel yang saya buat mengenai kode warna sabuk PSHT beserta deskripsinya, berdasarkan hasil pencarian web:

Kode Warna Sabuk Deskripsi
Hitam atau Polos Tingkatan sabuk PSHT paling dasar, yang berarti siswa pemula yang belum mengetahui dengan baik mengenai organisasi PSHT. Warna hitam melambangkan keadaan yang masih lugu dan kosong.
Merah Muda atau Jambon Tingkatan sabuk PSHT selanjutnya, yang berarti siswa yang sudah mengenal PSHT dan memahami arah dan tujuan yang benar. Warna merah muda melambangkan keadaan yang labil atau ragu-ragu, karena merupakan perpaduan warna merah yang mencerminkan keberanian dan putih yang mencerminkan ketenangan2.
Hijau atau Ijo Tingkatan sabuk PSHT setelah jambon, yang berarti siswa yang sudah memantapkan hatinya dan memiliki ketenangan lebih dari sebelumnya. Warna hijau melambangkan keadaan yang mantap, karep, dan madep, dengan mengutamakan prinsip-prinsip nilai-nilai ajaran PSHT3.
Putih Tingkatan sabuk PSHT tertinggi, yang berarti siswa yang sudah siap untuk diuji dan disahkan menjadi warga PSHT. Warna putih melambangkan keadaan yang suci, bersih, dan terang, yang menunjukkan kematangan dan kesempurnaan dalam mengamalkan ilmu PSHT4.

Demikianlah pembahasan mengenai tingkatan dalam PSHT dan juga kode PSHT dalam warna sabuknya yang berbeda beda.

Cara memakai sabuk silat PSHT

Sabuk silat PSHT adalah salah satu elemen penting dalam praktik bela diri silat PSHT. Sabuk ini melambangkan tingkat keahlian seseorang dalam silat PSHT.

Untuk memakai sabuk silat PSHT dengan benar, pertama-tama pastikan bahwa sabuk tersebut telah diikat dengan benar di pinggang Anda. Kemudian, pastikan bahwa warna sabuk tersebut sesuai dengan tingkat keahlian Anda dalam silat PSHT. Jika Anda masih pemula, Anda akan memakai sabuk putih. Namun, jika Anda sudah mencapai tingkat yang lebih tinggi, Anda akan memakai sabuk dengan warna yang berbeda.

Selain itu, pastikan bahwa sabuk tersebut tidak terlalu kendur atau terlalu ketat. Anda harus merasa nyaman dan bebas bergerak ketika memakai sabuk silat PSHT.

Jika ada informasi lain yang perlu ditanyakan mengenai kode sabuk silat PSHT atau butuh referensi yang lebih lengkap, kunjungi situs blog resmi psht di: www.shterate.com dan www.terateemas.com.

Penutup

Kode sabuk silat PSHT adalah salah satu aspek penting dalam organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk ini melambangkan tingkat kemahiran dan kemahiran seorang pesilat dalam seni bela diri silat.

Ada beberapa tingkatan sabuk yang harus dicapai oleh anggota PSHT, mulai dari sabuk putih hingga sabuk hitam. Setiap tingkatan sabuk memiliki kode yang berbeda, yang harus dipahami dan dihormati oleh anggota PSHT.

Kode sabuk silat PSHT juga mencerminkan nilai-nilai organisasi, seperti kejujuran, keberanian, dan kesetiaan. Oleh karena itu, penutup mengenai kode sabuk silat PSHT seharusnya menggarisbawahi pentingnya penghargaan terhadap tradisi dan nilai-nilai organisasi dalam seni bela diri silat.

Sampai jumpa di blog ini dilain artikel ya. Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *